Menengok Kerja Manajer di Balik Kesuksesan Sang Artis (Interview CNN Indonesia)

Endro Priherdityo, CNN Indonesia
Jumat, 23/10/2015 17:16 WIB
Menengok Kerja Manajer di Balik Kesuksesan Sang Artis
Sore Band yang dimanajeri oleh Satria Ramadhan. (CNN Indonesia/Safir Makki)

Jakarta, CNN Indonesia — Kadangkala ketenaran musisi atau artis dianggap mutlak dari faktor bakat. Namun, jarang ada yang melihat sosok seksi sibuk di belakang mereka, yaitu sang manajer.

Menjadi manajer tentu saja bukan suatu pekerjaan yang mudah. Satria Ramadhan, manajer band Sore dari SRM Management, sempat berbincang dengan CNN Indonesia mengenai suka-duka menjadi manajer band.

“Tugas manajer adalah untuk mengatur jadwal, mulai dari manggung, latihan, dan sebagainya. Kami juga mengkondisikan dengan jadwal masing-masing personel band, terutama yang sudah berkeluarga atau yang masih menempuh studi. Mereka harus punya waktu sendiri juga,” kata Satria saat ditemui di Prapanca, Jakarta Selatan, pada Kamis (22/10).

“Bila jadwal mereka dengan kerjaan bentrok, harus win-win solution. Tidak boleh memaksa. Misal ada jadwal manggung di sore hari sementara ada personel yang masih kuliah, ya harus bisa nego ke panitia untuk memundurkan jadwal manggung,” ujar Satria.

Karier Otodidak

Satria tidak pernah masuk lembaga pendidikan manajerial sebuah band. Pria ini justru lulusan Arsitektur dan pernah bekerja di maskapai penerbangan asing. Satria memilih untuk mundur dari pekerjaan lamanya dan berkecimpung di dunia manajer sejak 2005.

Ia pada mulanya hanya membantu temannya yang juga manajer sebuah band. Pertama kali Satria mengelola band pada 2006, dan ia mendapatkan kepercayaan dari band Sore untuk menjadi manajer mereka. Kini, sudah 11 band yang ia kelola.

“Awalnya semua dikerjakan sendiri, hingga akhirnya makin banyak dan berpikir, sepertinya butuh tim lain,” kata Satria.

“Manajemen yang sukses itu terlihat seberapa kuat band percaya dengan manajemennya, tidak ada pertengkaran, karya bandnya juga bagus.”Satria Ramadhan, Manajer band Sore.

Beragam Fungsi

Dalam menjalankan fungsi manajerial, Satria membentuk tiga divisi manajemen untuk mengelola artis, yaitu Personal Manager, Business Manager, dan Road Manager. Personal Manager bertugas mengurus urusan personal masing-masing anggota band.

Business Manager bertugas sebagai pemasar, mencari berbagai tawaran manggung hingga sumber pendapatan lain selain manggung seperti pernak-pernik.

Sedangkan Road Manager, ditugaskan untuk mengurus akomodasi dan keperluan ketika band akan manggung, mulai dari keberangkatan, penginapan, hingga alat-alat di atas panggung.

Bila secara fungsi manajerial terdapat tiga jenis manager, Satria menyebutkan bahwa ada dua jenis manajemen yang ada sejauh ini menangani para artis, yaitu Full Management dan Booking Agent.

Full Management memiliki kekuasaan yang menyeluruh dalam menjalankan fungsi manajerial. Kategori ini mengatur mulai dari produksi karya hingga pemasarannya.

Sedangkan untuk Booking Agent, hanya terpatok pada pencarian tawaran manggung ataupun pentas. Bila sudah dapat, pihak manajemen akan menyerahkan kepada artis untuk diurus sendiri ataukah menyertakan manajemen.

“Keduanya beda harga tentu, dan itu masing-masing management punya perjanjian yang berbeda. Kalau di SRM Management, jatah komisi yang diterima adalah sepuluh persen dari perjanjian harga pentas. Namun rata-rata manajemen mematok lima hingga sepuluh persen, kembali lagi, tergantung perjanjian di awal,” kata Satria.

Meski memiliki komisi dari harga artis, namun bukan berarti manajer ikut ambil untung. Satria dengan jujur menyatakan pihaknya belum mereguk untung karena harga artis yang ia punya pun seringkali ditawar, namun sudah menjadi tugasnya memutar otak mencari sumber pendapatan lain.

Memetik Kesuksesan

Menjadi manajer hampir sepuluh tahun, Satria rupanya memiliki definisi kesuksesan tersendiri dan tidak terpatok dengan perolehan keuntungan secara materil.

“Manajemen yang sukses itu terlihat seberapa kuat band percaya dengan manajemennya, tidak ada pertengkaran, karya bandnya juga bagus, mungkin itu dapat dibilang manajemen yang sukses,” kata Satria.

“Dan kunci manajer yang sukses adalah yang dapat melihat peluang, sekarang banyak banget yang bermunculan dan lebih variatif,”

“Kalau band yang sukses itu yang dapat membahagiakan pendengarnya. Kalau bandnya bagus, orang menilainya juga bagus, bandnya harus bahagia terlebih dahulu baru akan memberikan bahagia kepada yang lain, itu syarat band yang sukses,” lanjut Satria.

Semakin banyaknya band yang bermunculan dengan karakter yang beragam disertai dengan manajemennya masing-masing tak dianggap sebagai saingan oleh Satria. Ia justru beralasan semakin banyaknya manajemen dengan karakternya masing-masing dapat menjadi variasi lain di dunia musik Indonesia.

(ard/ard)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s